Minggu, 31 Maret 2013

WBD


 WBD
1.      Dasar Pemikiran
 World Book Day, jujur saja masih asing bagi kebanyakan masyarakat Dunia. Maklum, baru dicanangkan oleh UNESCO pada 23 April 1995 saat konferensi umum di Kota Paris. Awal peringatan hari buku ini sangat sederhana, yaitu mengubah tradisi  memberikan hadiah mawar saat Hari Saint George di Katolinia (Abad Pertengahan) dengan sebuah buku.  Luar biasa,  400.000 buku terjual. Atau senilai 4 juta tangkai mawar.  
World Book Day  merupakan tradisi asing. Tapi baik untuk dikembangkan. Peringatan ini akan menjadi gerakan kampanye mengembalikan kesadaran masyarakat Kota Batu agar gemar membaca dan menulis.  Hal ini adalah upaya meminimalisir  ekses negatif pesatnya teknologi informasi, yang menjerumuskan kader bangsa pada budaya instan, cenderung pasif dan lemah kreatifitas.
World Book Day  dilaksanakan di Indonesia kali pertama pada 23 April 2006. Kota Batu, baru kali ketiga di tahun 2013 ini. Memang, masih merupakan awal pergerakan. Tujuannya yang akan dicapai jelas. Bila kesadaran pentingnya membaca buku terbangun di tengah masyarakat Kota Batu, bukan suatu hal yang mustahil, percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Batu segera tercapai. Apapupun itu, Yang pasti World Book Day layak dimulai. Siapa lagi kalau bukan kita?.
 2. Bentuk Kegiatan dan Peserta
Peringatan Hari Buku 2013 yang bertepatan pada tanggal 23 April, berdekatan dengan Momen Hari Kartini 21 April. Sekaligus menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Kegiatan ini bertajuk World Book Day 2013  menuju Keberdayaan Pemuda & Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Kota Batu.
Peringatan hari Buku ini akan diisi dengan kegiatan kampanye Gemar Membaca Jelajahi Dunia yang diwujudkan dalam bentuk pemajangan baliho Testimoni tentang World Book Day dari sejumlah tokoh politik, birokrasi, masyarakat, dan para peduli lain. Pamflet Kampanye Gemar Membaca, lomba  Poster Kampanye Peringatan Hari Buku, Serta Seminar Sehari Guru dan Siswa. se- Kota Batu dengan pembicara tamu Ibu Walikota Batu, Hj. Nina Kirana, M.Si ( Bu De Karwo)

3.      Pelaksana
Pelaksana kegiatan ini, adalah kerjasama Masyarakat Peduli Pendidikan Kota Batu, yang didukung oleh Koran Dwi Mingguan Suara Pendidikan. Adapun Susunan Panitia Pelaksana sebagai berikut :
Penanggung Jawab                                   : Ir. Eko Suparisno (Koordinator Masyarakat Peduli Pendidikan Kota Batu)
Ketua                                                         : Dra. Triwahyuni Widiestuti
Sekretaris                                                  : Ulul Azmi, S.Ag
Bendahara                                                            : Ninik Suciati
Koord. Publikasi, Acara & Humas             : Novico Kurniawan, Rio Hendra, Eka Saputra, Hendro Jayadi
Koord. Penggalangan Sumber Dana         : Eka Savitri, S.Pd
                                                                   Azmi Amrullah
           
4.      Waktu dan Tempat
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada
Hari                                                       : Sabtu
Tanggal                                                 : 27  April 2013
Jam                                                        : 08.00 - Selesai
Acara                                                     : Seminar Sehari  “ Gemar Membaca Jelajahi Dunia “
Tempat                                                  : Gedung DPRD Kota Batu
Sebelumnya, mulai tanggal 23 – 29 April Melaksanakan Lomba Poster antar  siswa, dengan tema GEMAR MEMBACA JELAJAH DUNIA.





5.      Prakiraan Anggaran Biaya
No
Keterangan
Satuan
Frekuensi
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)

Kesekretariatan




1
Cetak Proposal
eks
40
10.000,-
400.000,-
2.
Cetak Undangan
Lembar
100
2.500
250.000,-
3.
ATK
Paket
1
250.000
250.000,-
4.
Piagam Penghargaan & Sertifikat
Lembar
200
5000
1000.000,-
5.
Hadiah Lomba Poster
Paket
5
200.000
1000.000,-

Publikasi & Humas




6.
Cetak Pamflet + pasang
lembar
200
2000
400.000,-
7.
Cetak Baliho 70 x 180 + pasang
buah
20
100.000
2.000.000,-
8.
Cetak Baliho 4x 2,5 + pasang
buah
3
250.000
7.50.000.-
9.
Cetak Backdroop
buah
1
250.000
250.000,-
10.
Cetak Spanduk 1,5 x 6 + pasang
buah
3
180.000
540.000,-
11.
Perijinan dan Publikasi
paket
26
25.000
650.000,-

Acara




12.
Narasumber
orang
2
250.000
500.000,-
13.
Transportasi & Kosumsi
orang
200
10.000
2.000.000,-
14.
Seminar Kit & Makalah
orang
200
10.000
2.000.000,-
15.
Dokumentasi
paket
1
750.000
750.000,-

Jumlah Total Anggaran



12.740.000,-

Dana Swadaya
Rp. 700.000,-

Dana Suara Suara Pendidikan
Rp. 5. 000.000,-

Dana yang diajukan ke pihak donatur
Rp.16.140.000,-
6.       
7.      Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
No
Lokasi
Waktu
Kegiatan
Durasi
Pemateri
Penanggungjawab
1.

23 -27 April 2013

Lomba Poster

5 hari
-
Tim
2.

27 April 2013
Jam 09.00 – 10.00 WIB
Pembukaan
Penyerahan Bantuan Buku Perpustakaan
120 Menit
Dewanti Rumpoko


3.

27 April 2013
Jam 10.00 – 10.30 WIB
Break/snack
60 Menit
-

4.

27 April 2013
Jam 10.30 – 12.00 WIB
Materi I Teknik Gemar Membaca
90 Menit


5.

30 April 2013
12.00 – 13.15
Materi II
Jurnalistik
75 Menit


6.

30 April 2013
13.15 – 14.00
Sayonara
15 Menit
-
Tim
8.      Penutup
Demikian rincian proposal ini, kami berharap dukungan semua pihak atas terselenggaranya aktifitas tersebut. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu membimbing kita. Amin.
Batu, 17 Maret 2013

Guru Menulis



GURU PAUD TIDAK HANYA BISA NYANYI & 
KEPLOK-KEPLOK

 Dra. TRI RAHAYU, 
Kepala TK Plus Al Irsyad Batu.
Kita mungkin sering mendengar bagwa guru PAUD sering mendapat label ‘pokoknya bisa nyanyi dan keplok-keplok (tepuk tangan)’, pasti bisa menjadi guru Paud. Padahal anggapan itu seperti salah besar. Karena menjadi guru Paud sangatlah sulit, tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Apabila seseoarang sudah mempubnyai niatan menjadi guru Paud, ada beberpa syarat uatama yang harus dipenuhi antara lain niat yang tulus, ikhlas, cerdas, sabar, sungguh dan eS-TO-MA-T.
Penjabaran diatas sebagai berikut , sebagai guru Paud harus benar-0benar mempunyai niat dalam mendidik, melatih dan mendengar anak-anak dan dibuakan dipakasa atau karena keterpaksaan. Apalagi dianggap aji mumpung (daripada tidak ada kerjaan lebih baik ngajar anak Paud saja). Apabila niat kita salah maka akan membawa dampak yang negative pada anak didik dan jauh daru keberhasilan, olehy karena itu marilah kita tata kembali niat sebagai guru Paud. Agar mendapatkan hasil yang membaggakan.
Iklas memang mudah diucapkan tapi sulit untu dilaksanakan apabila didalam hati seorang guru Paud tidak ada niat yang tulus, maka keberhasilan jauh dari dirinya. Karena sifat itu wajib ada dalam diri seorang guru Paud.
Cerdas, sebagai guru Paud sanat dituntut memiliki kecerdasan yang luar biasa. Kita bisa cerdas apabila memiliki kompensasi, pedagogik, sosial dan professional. Apabila guru cerdas maka berdampak positif pada anak didik. Oleh karena itu perbanyaklah membaca buku tentang dunia anak.
Kesabaran adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh guru Paud, maka harus banyak berlatih menjadi orang yang sabar dalam mendidik bunga bangsa yang akan mekar, dan harus semerbak. Sehingga terwujud pemimpin yang berkarakter baik.
Seperti pepatah Arab mengatakan ‘man jadda wa jadda’. Artinya barang siapa yang bersungguh-singguh pasti akan mendapatkan hasilnya.
Es  TO MA T, potongan huruf singkatan kalimat yang bermakna bagi penulis (terinspirasi dari orang tua penulis, Dra Aminah Att). Yaitu senyum, tolong, maaf dan terima kasih.  Adapun maksud senyum adalah setiap guru Paud diharapkan selalu menyambut kedatangan anak didik dengan senyum, karena senyuman yang tulus dari seorang pendidik akan mengantarkan perkembangan anak mencapai kematangan. Sehungga penulis memilih motto dalah hidup bahwa senyuman bisa mengatasi segala permasalahan, karena hati akan menjadi tenang begitu juga dengan apa yang dirasakan oleh anak didik di sekolah.  Dengan senyuman seorang guru membawa zona ketenangan dalam dirinya.
Berikut arti tolong, lebih sopan apabila seorang guru meminta bantuan  kepada anak didik dengan cara mengawali ucapan tolong. Karena kata-kata tersebut merupakan bahasa yang santun, tidak ada kesan yang memerintah. Bahkan anak didik akan merasa seperti bak pahlawan yang telah melakukan pertolongan kepada gurunya.
Kata maaf juga kata yang paling ampuh dan tidak kalah pentingnya dengan kata tolong sebab segala macam pertengkaran bisa selesai dengan kata maaf.  Begitu juga penerapan kepada anak didik kita. Apabila pada saat bermain atau dalam  kegiatan apapun tidak lepas dari pertengkaran, oleh karena biasakanlah anak-anak meminta maaf dan memaafkan. Dengan demikian suasana akan lebih kondusif.  Ketika ini diterapkan maka perdamaian dunia akan tercapai.
Kata terakhir adalah terima kasih, bahasa ini sangat mudah diucapkan tapi jarang dilakukan. Padahal ucapan terima kasih adalah salah satu karakter atau pembiasaan yang harus diberikan kepada dunia anak usia dini. Kata-kata ini sangat istimewa apabila diucapkan dengan tulus  maka akan menyenangkan hati seseorang yang  memberi atau membantu kita. Dari kata itulah kehidupan dunia akan menjadi aman tentram dan damai. Kalau ingin kita ingin maju dan mewujudkan  suasana yang kondusif maka harus berubah. Mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini, GO!. 

Ed news SMP


SMP Satu Atap Pesanggran 02 Batu
Terus Panen Prestasi Ditengah Keterbatasan

Meski letak sekolah satu atap Pesanggrahan 2 Batu jauh dari pusat Kota Batu. Tepatnya,  berada di lereng gunung Panderman dan untuk menuju ke lokasi sekolah ini harus melalui jalan yang cukup menukik. Tetapi, sekolah ini mempunyai prestasi  yang sangat membanggakan. 
Terbukti, beberapa siswa yang mendapat hasil memuaskan dalam ujian sekolah. Tidak sedikit yang masuk dalam peringkat sepuluh besar kota wisata Batu.  Diantaranya, Arif Syarifudin kelas IX, Frandi Zainnur Firmansyah kelas VIII, Rita Anjarsari kelas VIII dan Kristian Widodo kelas IX. 
Mereka yang lulus dan masuk rangking sepuluh besar ini dibidang matemateka, ilmu pengatahuan alam dan teknologi (mipatek). “Saya sangat senang sekali karena tidak sia-sia jerih payah selama ini. Dan dapat membahagiakan orang tua, saya jadi bertambah pengalaman, dan saya akan semangat lagi untuk mendapatkan rangking satu,”tutur Arif Syaifuddin mewakili teman-temannya.
Sekedar diketahui, di Dusun Toyomerto Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu beberapa tahun ini telah berdiri sebuah sekolah satu atap. Dimana, sekolah itu antara jenjang SD dan SMP menjadi satu. Hal itu dikondisikan sebagai solusi untuk para siswa yang telah lulus SD tidak jauh-jauh lagi melanjutkan sekolah tingkat SMP.  
Sidjiatno M,pd , Kepala Sekolah Satu Atap Pesanggrahan 02 Batu menuturkan bahwa anak-anak didiknya itu cukup membanggakan karena bisa berprestasi lebih ditengah keterbatasan. Kelebihan itu, pihak sekolah merespon positif.
Pernah suatu ketika, siswa berperstasi itu kita ikutkan lomba saint di Bima Sakti. Hasilnya cukup luar biasa dan  memuaskan.  “Kami akan terus memotivasi mereka.  Agar dalam ujian  nasional  (UN) nanti, bisa lulus dan mendapatkan nilai dan rangking yang bagus,” tutur mantan Kepala SDN Sumberejo 02 kepada SP dikantornya.(Aka) 

Sabtu, 30 Maret 2013

Suara Desa


Dukuh Macari Citra Masjid Pertama di Kota Batu

Penguasaan atas Pulau Jawa diserahkan kembali dari Inggris ke Belanda. Perjuangan anti Belanda makin bermunculan. Meski masih berlangsung secara sporadis. Oleh karenanya dapat dipatahkan dengan mudah oleh Belanda. Pangeran Yogyakarta mengobarkan api perlawanan terhadap penjajah. Perang tidak dapat dihindari, meskipun harus berakhir pada 1830. dengan cara licik Diponegoro diringkus. Prajurit dan simpatisan Pangeran Yogyakarta itu diburu dan dikejar-kejar Belanda.
Sementara perang berkecamuk, prajurit dan simpatisan Diponegoro menyebar untuk mencari dukungan kepada tokoh-tokoh daerah lain yang sama-sama menolak kehadiran kompeni. Beberapa ekpedisi dikirim ke berbagai wilayah. Salah satu rombongan sampai di wilayah Batu (1828). Mereka berbaur dengan masyarakat setempat. Di antaranya : Kyai Abu Ghonaim, Kyai Matsari (Zakaria), Mbah Bener, Mbah Banter , Mbah Patok, dan sejumlah nama yang hingga sekarang makamnya menjadi punden desa tersebar di Wilayah Batu.
Sekitar tiga bulan tinggal di Bumiaji, Abu Ghonaim wafat, dan dimakamkan di Dusun Banaran. Sementara Kyai Matsari, dalam penggalangannya bermukim di daerah Dukuh Macari Desa Sanggrahan (timur Balai Kota Batu sekarang). Kyai sempat mendirikan masjid pertama di wilayah Batu , Masjid Al-Muhlisin namanya. Menurut  Ulul Azmi, satu dari ribuan turunan Kyai Zakaria. Informasi tersebut diperoleh dari Almarhum  H. Moch. Luthfie Wal Aman Ayahandanya semasa hidup. Pada dinding mihrab Masjid Almuhlishin dahulu ada tulisan berangka tahun 1249 Hijriah (sekitar 1829-1830 Masehi).
Kyai Matsari atau selanjutnya dikenal sebagai Kyai Zakaria mempunyai 5 anak, perempuan semua. Hingga sekarang keturunan Kyai Zakaria masih terjaga nasabnya. Sejumlah tokoh pejabat, agama, politisi, seniman dan penggerak organisasi di Kota Batu sekarang ditengarai sebagai keturunan Kyai Zakaria. Nama Kyai Matsari sendiri, menurut cerita tutur adalah sebutan yang diberikan Belanda. Pemahamannya terhadap Islam menjadikannya sangat disegani. Daerah tempat tinggal Kyai, dikenal juga sebagai Kampung Pesantren.
Kyai Matsari memiliki kebun kopi yang sangat luas. Terhampar di lereng utara Gunung Kawi (Panderman). Banyak orang yang nyantri (bekerja sambil mengaji) kepada Sang Kyai. Suatu saat, para santri memanen kopi. Padahal menurut Belanda belum waktunya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan santrinya, Sang Kyai rela dipenjarakan. Setiap kali masuk penjara, terjadilah gempa dahsyat.
Anehnya, gempa tersebut hanya disekitar penjara yang sekarang menjadi Kantor Polsek Batu. Bumi tak akan berhenti bergoyang hingga pensiunan prajurit Diponegoro itu dikeluarkan dari penjara. Berdasar kejadian ini, Belanda memberi julukan Kyai Amat Sari. Kyai yang sangat bertuah. Kyai Matsari.
Bukti fisik kesejarahan Dusun Macari pada Masjid Al-Muhlisin, memang telah musnah karena tidak pahaman akan arti sebuah peninggalan masa lampau. Kini tinggal sebuah Blumbang (kolam air) ukuran 30 x 75 meter, seratus meter sebelah utara masjid. Dulunya, kolam itu  hanya sebuah pancuran air. Satu lagi, saksi bisu adalah komplek pekuburan keluarga yang sekarang sudah berbaur menjadi pemakaman umum yang sekarang masuk wilayah Kelurahan Ngaglik. (jim)

PKK BATU

Walikota Batu Eddy Rumpoko Saat melantik TP PKK KWB 

Pengurus TP PKK Kota Batu Dikukuhkan

Walikota Batu Eddy Rumpoko melantik pengurus Tim Penggerak PKK Kota Batu periode 2012-2017 pelantikan ini berlangsung di pendopo Balai Kota, Kamis (14/3) lalu.    Walikota Batu Eddy Rumpoko dalam sambutannya meminta kepada pengurus baru TP-PKK ini untuk berperan aktif.
Utamanya, PKK bisa mendukung program dari Pemkot Batu.  Misalnya bidang pemberdayaan masyarakat melalui program desa wisata. Dengan harapan masyarakat Kota Batu mampu berperan aktif dalam mendukung perkembangan kepariwisataan yang selama ini menjadi potensi unggulan Kota Batu
Prosesi pelantikan dan pengukuhan pengurus TP-PKK itu berlangsung sederhana. Pada kesempatan itu juga Walikota Batu juga melantik 40 orang kelompok relawan paliatif.    
Ketua TP PKK Kota Batu, Dewanti Rumpoko menuturkan kepengurusan TP PKK pada peride ini lebih ramping daripada sebelumnya.  Kalau dulu, jumlah pengurusnya mencapai  60 orang kini menjadi 40 orang.  Hal ini untuk mengoptimalkan kinerja TP-PKK dalam pemberdayaan masyarakat.
Program kerjanya  TP-PKK pada periode ini tidak lepas dari 10 program PKK yang telah ada. Namun mempunyai prioritas, diantaranya  bidang pengentasan kemiskinan dan berupaya mengatasi anak putus sekolah. Sehingga di Kota Batu tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak mampu melanjutkan sekolah sesuai program wajib belajar 12 tahun. (adv/hay)

SUSUNAN PENGURUS TP PKK KOTA BATU MASA BHAKTI 2012-2017
Ketua                    : Hj. Dra. Dewanti Rumpoko, Msi
Wakil Ketua I      : Hj. Wibi Asri Rianti
Wakil ketua II     : Hj. Siti Hidrati Arinia
Wakil Ketuia III : Ir. H. Rianto
Sekretaris            : Endang Soelitywati, SH
Wakil Sekretaris : dr. Megawati
Bendahara          :  Suliesyorini Wati
Wakil Bendahara : Sriwati SPs, MM
POKJA 1
Ketua                    : Hj. Gini Astutik
Wakil Ketua        : Fuad Dwi Yono
Sekretaris            : Dra. Yumei Astutil, MSi
Bendahara          : Rukmarini Ruslan
Anggota               : Maria Goretti Suyati S
Anggota               : Salma Safitri Rahayaan, SH
Anggota               : Kati’ah
Anggota               : Suyarni
POKJA II
Ketua                    : Hj Khodijah Badar
Wakol Ketua      : Rudianto
Sekretaris            : Ika Febri, SE
Bendahara          : Mira Wulandari
Anggota               : Umi Nur Rohmah
Anggota               : Sugeng Pribadi
Anggota               : Fatma Sholikhah, SAg
Anggota               : Hendra Wahyuni
Anggota               : Dwi Sudarwati
POKJA III
Ketua                    : Maimunah, SPd
Wakil Ketua        : Hj. Dian Fitria Azzahra, ST
Sekretaris            : Hj. Q Aini Zadim
Bendahara          : Nurul Faridah
Anggota               : Yovita Masrukin
Anggota               : Dra.  Dresti Eka Sati
Anggota               : Lilik Indayati
Anggota               : Sulistyoningsih, Spd. MM
POKJA IV
Ketua                    : Ir. Hj Mieke Lestari
Wkil Ketua          : dr. Imanuel Eka Tantraputra
Sekretaris            : dr. Agustini Rahayu
Bendahara          : Sri Wuryani
Anggota               : Asfauziah
Anggota               : Stefanus Catus Wicaksono
Anggota               : drg. Margi Barbara Rachel
Anggota               : Fika Istikhah, Amd. Keb
Anggota               : Nur Habibi
Anggota               : Dra. Esti Pujo Astuti, MM

Motivasi


Bengkel AriyanTempat Bergurunya Anjal dan SMK 

Bengkel Ariyan Motor, kendati bukan sekolahan tetapi juga tempat belajar.  Betapa tidak, setiap hari ada saja anak yang belajar di bengkel ini. Pemilik bengkel ini adalah Hari Siswadi (50) sosok kreatif  yang siap menularkan ilmunya kepada siapa saja.  
Menurut pemilik bengkel sepeda motor Ariyan di Jl Dorowati Gg 1/10A Kelurahan Sisir Kota Batu ini memberikan pendidikan itu bagian dari ibadah. Dimana,
Hari Siswadi (50),  sangat berkeinginan menjadikan anak-anak yang siap bersaing dalam era globalisasi terutama di bidang otomotif mekanik. Terbukti sudah banyak anak didiknya yang sudah mengusai bongkar pasang sepeda motor.
Bahkan sejak 4 tahun lalu, Hari sudah mendirikan Lembaga Sosial Dan Pendidikan (JaSDik),   dengan Akta Notaris No 48/27-mei-2099.  Tentunya, lembaga ini siap mencetak generasi berkualitas dan mandiri. Lembaga ini satu-satunya yang ada diKota Batu, yang bergerak dibidang sosial dan pendidikan yang peduli terhadap anak-anak putus sekolah termasuk anak-anak jalanan (Anjal) Kota Batu.
"Sudah banyak anak-anak yang belajar tentang mekanik ditempat kami, termasuk Anjal. Mereka sudah bekerja dan dapat diterima dibengkel-benkel resmi,"kata  lanjut Hari ketika ditemui di bengkelnya akhir pekan lalu.
Ia juga menuturkan sampai kapanpun akan memerima siapa saja untuk belajar mesin di bengkelnya. Kalau dari  anak sekolah  tinggal memberikan surat tembusan. Yang isinya  minta bekerjasama.  Kalau dari SMK biasanya dalam bentuk program Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
Hari berharap apa yang telah tularkan itu bisa bermanfaat banyak dan menjadikan mereka bekal dalam memasuki dunia kerja.  Bagi yang bersekolah bisa bermanfaat bagi kelanjutan pendidikannya.
Seperti diketahui, sosok Hari Siswadi ini termasuk seorang penemu penghemat bahan bakar minyak (BBM) yang diberi nama Hydro Power (HP). Dimana, pada saat heboh dengan kenaikan BBM, sosok ini menemukan solusi, tentu meringankan beban masyarakat. Apalagi alat yang ia ciptakan itu termasuk ramah lingkungan.
“Kami sudah melakukan uji coba kepada 15 kendaraan. Hasilnya, tidak ada keluhan dari pengguna kendaraan. BBM yang digunakan lebih hemat hingga 80 persen dengan perlatan yang sangat sederhana,” kata Hari yang merangkul anak jalanan untuk belajar mandiri dengan memberikan keterampilan di bengkelnya.
Sementara itu, Muhammad Yunus Kurniawan (18), siswa PSG yang berasal dari Al Amin 3 Pakis Kabupaten Malang mengaku  senang sekali, karena dengan belajar di bengkel milik Hari bertambah bertambah pengalaman dan pengetahuan.  "Harapan saya bisa menjadi sukses, menjadi orang yang berguna dimasyarakat dan bisa membangakan orang tua,"kata dia.
Yunus juga ungkapkan  dengan ilmu yang didapatkan  dari bengkel milik  Hari ini,  bisa merubah sikap dan prilaku. Terutama soal  sopan santun.  Karena dibengkel  ini, selain belajar ilmu perbengkelan juga dilatih masalah tindak tanduk. "Saya banyak belajar disini,"kata siswa yang sudah sebulan ini ber - PSG. (aka)

Jumat, 22 Maret 2013

Dinas Pendidikan Kota Batu



Drs. H. Abdul Manaf, MPd.
Kepala Sekolah Harus Punya Ambisi Positif
Kemajuan sebuah sekolah itu itu amat tergantung kepada pimpinannya, tidak lain adalah kepala sekolah.  Ketika kepala sekolah bisa mengatur para guru dan siswa, maka keberhasilan sekolah itu akan segera terwujud. Bagaimanapun juga seorang kepala sekolah harus mempunyai ambisi positif.
Itulah yang diungkapkan Drs H Abdul Manaf MPd, Pengawas Sekolah Dasar untuk wilayah Kecamatan Bumiaji.  Apa yang diungkapkan oleh pengawas sekolah ini bukanlah  sebuah kata-kata biasa. Melainkan hasil dari pengalaman yang telah dijalani beberapa tahun ini.
Ia jelaskan, ambisi positif itu adalah kemauan yang kuat untuk memberikan energy positif kepada lembaga yang dipimpin.  Setelah muncul kemauan akan  tumbuh sebuah kemampuan. Tentu saja, semua itu tidak datang dengan tiba-tiba, melalui proses.  Ketika itu semua bisa menjadi landasan , maka kesuksesan sudah ada didepan mata.
Menurut dia, seorang kepala sekolah mempunyai dominasi yang kuat pada sebuah sekolah. Oleh karena itu seorang kepala sekolah harus mempunyai visi misi yang jelas. Misalnya bagaimana mengelola potensi sekolah itu, mengemong  para guru termasuk para siswa semuanya.
Sekali lagi, kata dia, kualitas dari kepala sekolah itu yang akan menentukan maju dan tidaknya sebuah sekolah. Dimana kepala sekolah  harus bisa menjadi leadership dan berkemampuan manajerial. “Meskipun mempunyai guru hebat, anak didik hebat tetapi kepala sekolah tidak mempunyai leadership dan manejerial semua itu akan sia-sia,”terangnya.  
Ini semua tidak terbantahkan. Pengalaman sudah membuktikan, bahwa dibalik kesuksesan dan kemajuan sebuah sekolah itu ada kepala sekolah yang hebat pula. “Ini semua merupakan pengalaman saya ketika mulai menjadi guru hingga menjadi kepala sekolah. Bahkan sampai menjadi pengawas sekolah, pengalaman itu masih ingin terus tularkan,”kata bapak yang mempunyai 3 putra dan 1 cucu ini.
Ia juga menyebutkan, ada sosok kepala sekolah yang diidolakan, yaitu Almarhum Sutomo, kepala SDN Ngaglik 1 pada tahun 1994-1997.  “Ya saya banyak belajar dari beliau. Bahkan semasa saya menjadi kepala sekolah sosok itu yang memberi inspirasi,”terang pria kelahiran 19 September 1954 ini.
Ia mengakui selama ini banyak belajar dari pengalaman. Termasuk mengambil contoh sisi positif dari para seniornya.  Pria ini menyebutkan mengawali karir menjadi guru pada tahun 1979.  Kemudian kepala sekolah dibebarapa sekolah dasar (SD). Mulai SDN Sumberejo 1, 2, SDN Ngaglik 2, SDN Pesanggrahan 1, 2 dan SDN Sisir 5. Terakhir, menjadi pengawas SD untuk wilayah kecamatan Bumiaji sejak 2004 hingga saat ini.   
Pria kelahiran Bumiaji ini mempunyai mempunyai hobby  bertani. Tidak heran, kalau pensiun yang akan dihadapi pada tahun depan itu sudah dipersiapkan secara matang. “Ya saya sudah mempersiapkan diri ketika menghadapi masa pensiun. Setidaknya akan kembali ke hobby saya yaitu bertani,”kata dia sambil tersenyum.(hay)