Senin, 09 Juni 2014

SMART CLASS Program Andalan Eddy Rumpoko

BATU-Walikota Batu Eddy Rumpoko mengatakan semua sekolah di kota wisata ini akan dibuat smart class. Tidak ada sekolah unggulan namun semua sekolah akan merata ditunjang fasilitas lengkap.
Ia menjelaskan smart class yang dimaksud itu adalah semua ruang kelas di sekolah-sekolah akan dilengkapi fasilitasnya. Sehingga tidak ada perbedaan sekolah swasta maupun negeri. Semua sekolah fasilitasnya sama.
"Kalau Anda melihat sekolah terbaik di negeri ini yang fasilitasnya lengkap. Maka, begitulah kira-kira ruang kelas di sekolah yang ada di kota ini,"kata Eddy Rumpoko orang nomor wahid di kota wisata ini. 
Dia lanjutkan, terkait smart class itu, idenya berasal dari perpaduan dan pengalaman. Diakui, untuk di kota ini belum ada pilot projetc nya. Tetapi ini dilandasi semangat untuk memberikan yang terbaik kepada generasi penerus bangsa terutama pada bidang pendidikan.
Smart class itu, kata dia, bisa digambarkan bahwa dalam kelas itu dilengkapi wifi (jaringan internet), televisi dan proyektor. Termasuk fasilitas non teknis yang mendukung smart class lainnya.
"Kami bisa memastikan pada tahun 2015 sudah terealisasi semua,"katanya.

Dikatakan pula, semua siswa di kota bermotto 'Shining Batu' ini akan diberikan sarana tablet atau ipad secara gratis. Sehingga siswa di kota ini tidak ada yang gagap teknologi (gaptek).
"Untuk program pemberian ipad ini pada tahun ini melalui Perubahan Anggaran Khusus (PAK) akan diberikan kepada siswa SMA - SMK. Tahun berikutnya semua jenjang pendidikan,"terang walikota Batu yang biasa disapa ER ini.
Program Pemkot Batu pada bidang pendidikan sungguh luar biasa. Terutama membuat kebijakan berani dengan menggratiskan semua biaya sekolah. Dengan cara menaikkan Biaya Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sebagai pendamping Biaya Opersional Sekolah Nasional (Bosnas).
Termasuk memberikan kebijakan, pembagian seragam batik khas Batu secara gratis kepada 35 ribu siswa. Mulai SD hingga SMA/SMK negeri dan swasta. Bukan itu saja, tetapi juga memberikan tas dan sepatu serta buku tulis secara cuma-cuma. 
Sekaligus memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pendidik. Antara lain pelayanan terbaik soal hak-hak guru. Seperti tunjangan yang sesuai dengan jumlahnya serta  bebas potongan kecuali pajak.
Masih pada bidang pendidikan, untuk sarana belajar-mengajar di kota ini tidak ada sekolah yang tidak layak pakai. Semua sudah layak. Ketika ada laporan sekolah yang membutuhkan perbaikan, maka Pemkot Batu melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga cepat merespon.
Sampai saat ini pos anggaran pendidikan melalui APBD 2014 jumlahnya mencapai 24 persen. Dimana, APBD kota ini sebesar Rp750 miliar. Prosentase itu melebihi dari himbauan Presiden RI bahwa alokasi anggaran pendidikan menimal sejumlah 20 persen dari APBN/APBD 1/APBD 2. 
"Kami sangat serius terhadap peningkatan mutu pendidikan. Karena dari sinilah kalau ingin menciptakan generasi masa depan yang cerah,"tukas Budi Santoso Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Batu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar