Senin, 09 Juni 2014

Walikota Batu Kuliahi BEM Nusantara

 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) nusantara dari perguruan negeri-swasta se Indonesia mendapat informasi berharga dari Kota Batu. Pasalnya, Walikota Batu Eddy Rumpoko mengundang mahasiswa dari 130 kampus se Indonesia tersebut datang langsung ke balaikota Batu, Senin (26/5) malam. 

Dalam kesempatan itu, Eddy Rumpoko memberikan pemaparan tentang tata kelola potensi daerah sebagai kota wisata. Sedikitnya 300 mahasiswa yang hadir di pendopo itu dengan seksama mendengarkan pemaparan itu hingga pukul 12 malam. 

Sosok nomor wahid di kota wisata ini menjelaskan tentang perkembangan pariwisata di kota ini. Diawali dari perubahan pola pikir dari masyarakat petani menjadi masyarakat yang melek wisata. Hingga memberikan penjelasan APBD yang banyak didedikasikan untuk masyarakat. Termasuk wisata menjadi obyek peningkatan perekonomian masyarakat.

Menurut ER, mahasiswa dan mahasiswi adalah pemimpin masa depan. Sehingga mereka harus mengetahui kondisi riil di lapangan. "Bahkan mereka itu harus terlibat langsung dalam proses pembangunan ini,"katanya.

Selanjutnya, kata dia, mengundang mahasiswa ini sebagai bentuk edukasi langsung. Artinya dengan pemaparan ini bisa menginspirasi para mahasiswa setelah pulang ke kampung halamannya.

Termasuk sebagai wahana promosi kota ini. Mengingat, mahasiswa yang tergabung di BEM Nusantara ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menariknya lagi, antusias cukup besar dari mahasiswa itu ketika diberikan kesempatan untuk berdialog. Sebanyak 15 mahasiswa mengajukan pertanyaan tentang pengelolaan wisata hingga soal pendidikan. 

Sementara itu, Ketua Umum BEM Nusantara, Nasar mengatakan datang ke balaikota Batu ini untuk memenuhi undangan walikota. Sedangkan agenda utamanya adalah melaksanakan musyawarah nasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai tanggal 26 hingga 30 Mei. 

Ia katakan,  dalam kegiatan yang bertema "Geopolitik 2014-2019, Menakar Kekuatan Bangsa" ini merupakan kelanjutan dari Pra Temu BEM Nusantara di Bandung, Februari lalu.

Pertemuan ini dihadiri sekira 400 mahasiswa dari 130 BEM dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia yang akan membahas sejumlah persoalan bangsa. "Pertemuan ini juga akan menghasilkan rekomendasi ilmiah pada pemerintah," katanya.

1 komentar: